Nama saya Dede
Supriatna, Lahir di sukabumi, 4 april 1986, saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara,
terlahir dari Bapak Aep dan Ibu Sofia.
Dikampung pasirbitung jauh dari pusat keramaian kota masa kecilnya tinggal dan
dibesarkan disana, cute panggilan akrabnya, ada juga yang bilang uta tapi kalo
saya sendiri menyebut diri saya sendiri dengan nama nte entah dari mana dan
bagaimana mulainya. Saya terlahir di keluarga yang sangat sederhana, Ayahnya
seorang nelayan serabutan di sebuah pelabuahan pantai selatan pelabuhan ratu ,
sedangkan Ibunya bekerja sebagai petani dan pernah jadi TKW di arab. Sejak
kecil selalu di nasehati oleh ayah saya untuk selalu rajin beribadah, jujur dan
baik terhadap sesama.
Ketika berumur 6 tahun, ia memulai pendidikan di SDN 2
Purabaya, bareng temen-temennya berjalan kaki sejauh 2 kilo meter dari
kampungnya cuman ga sampai naik kelas pertengahan sekolah kelas 1 SD dia jatuh
sakit lumayan repot sampai gabisa lanjut sekolah lagi ditahun itu baru ditahun
berikutnya saya mengulangnya lagi mulai dari bangku kelas 1 SD, sejak kecil dia
memang senang menggambar sampai kisah pas jatuh sakitnya dia dilukiskan di buku
gambarnya yang membuat geger 1 sekolah anak anak kelas 1 pandai melukis
kisahnya sendiri sampai guru-guru pendidik terenyuh haru melihatnya, kemudian
setelah lulus dia melanjutkan pendidikannya di MTs dan disanapun dia pernah
jatuh sakit kembali tapi yasudah ga perlu dibahas jauh. Lanjut SMK di sayaysan
yang sama pas MTs. Setelah lulus dia ikut kakanya awal merantau ke kota bandung
lamar sana lamar sini pekerjaan.
Setahun di Bandung ada yang menawarkannya pekerjaan
dijakarta sebagai operator warnet, sembari mencari pengalaman dan mudah mudahan
bisa sekalian kuliah pikirnya, Berangkatlah dan Tuhan mengabulkan doanya saya bisa
kerja sambil kuliah disana. Awal karier Dede bisa dikatakan kurang baik. Upah
yang di dapatkan tidak sebanding dengan pengeluaran waktu itu sampai saatnya
dia jatuh sakit kembali kuliahnya cuti dan pulang kampung, padahal dia termasuk
pekerja yang sangat baik, beliau sangat ulet dan tekun dengan pelanggan juga sangat
ramah dan santun.
Lama perjalanan akhirnya diusia 26 tahun, Dede meminang
seorang gadis asal Yogyakarta keturunan Padang Sumatra barat. setelah menikah
Dede tinggal bersama istri di yogyakrta Bersyukurnya kami setelah nikah kami
dikarunia anak perempuan yang sangat cantik saya dapet kerjaan dibidang yang
saya kuasai dan istri juga usahanya lancar. Namun lagi-lagi Tuhan masih ingin
menguji kesabaran, saya kembali jatuh sakit penyakit yang sama kembali
menyerang pekerjaanku menurun usaha yang dijalani istru pun menurun dan yang
paling parahnya tempat istri kerja diambil sama orang lain. Pada akhirnya saya
ketemu sama orang yang selalu mengajarkan untuk selalu kuat tegar dan
terpenting jangan putus asa. Dengan sisa kekuatan hidup sayapun mengikuti
nasehatnya dan mulai menjalankan bisnis pada awalnya kami Cuma mengambil
pesanan tas spunbond kecil-kecilan pesanan jahit tas goodie bag sambil
mengoptimasi produknya iklan lewat sosial media dan blog. Bersyukurnya kami
usaha kami lumayan banyak yang lirik pelan-pelan makin banyak pesanan namun
kami belum menikmatinya, kami belikan untuk perangkat penunjang kerja kami,
Alhamdulillah usaha kami makin kesini makin maju dan lancar usaha kami menjadi
besar sampai kebeli apapun kebutuhan kami sekeluarga pada akhirnya kesimpulan
yang bisa dipetik dari cerita singkat ini, Kepribadian yang tanpa kenal lelah
terus berjuang walaupun dalam keadaan lemah dan susah asalkan tidak putus asa
terus berusaha sambil berdoa asalkan kita yakin tidak ada yang tidak mungkin
karena semua kuasa ada ditanganNya. Ujungnya Dede seorang yang tidak memiliki
sifat sombong, walaupun sekarang sudah sukses. Hidupnya pun sangat sederhana
mudah-mudahan menjadi contoh dan inspirasi. untuk meraih kesuksesan tak harus
anak orang yang mampu. Dengan usaha dan kerja keras , kita pasti bisa
mewujudkannya apapun keinginan kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar